Bea Cukai = Sarang Penyamun
14 02 2007Beberapa hari yang lalu, aku sempat pergi ke cargo import Garuda yang terletak di Bandara Soekarno - Hatta Jakarta untuk mengambil beberapa barang yang katanya ditahan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno - Hatta. Setelah berputar-putar di Bandara selama 2 jam, akhirnya dapat ditemukan kantor Bea Cukai tersebut yang letaknya persis di sebelah Kargo Import Garuda.
Namun, ternyata begitu masuk, banyak hal yang ajaib, karena semua orang bisa masuk ke lokasi itu dengan membayar Rp. 5000,00 / orang kepada satpam. Dan begitu masuk, langsung dikerubuti para “agen” pengurusan jasa exim. Erhm, dalam pikiranku hanya satu, dimana yaa letak kantor / papan informasi. Alhamdulillah ternyata nggak ada atau sulit ditemukan.
Nah, akhirnya dibanding pusing, aku menyewa jasa “agen” untuk mengantarkan aku, bukan menguruskan dokumen karena aku yang mengurus dokumennya, ke berbagai tempat atau loket tersebut. Ternyata benar dugaanku setelah mengurus dokumen tersebut. Ternyata Gudang Kargo Import Garuda dan juga Kantor Bea Cukai yang terletak di sebelahnya nggak lebih dan nggak kurang hanya berfungsi sebagai sarang penyamun. Para Agen tersebut menawarkan jasa pengurusan dokumen dibawah tangan dengan nilai transaksi seberapa besar nilai barang yang mau kita ambil di Gudang tersebut. Woow, hebat yaa….


















laporkan ke pungli.wordpress.com
untuk anda-anda yang gerah dan geram dengan perilaku pungli!!! saya yakin jika anda2 semuanya berada pada posisi petugas yg pungli pasti anda juga akan melakukan pungli bahkan mungkin lebih ganas!!!!!!kalo gak mau kena masalah makanya ikut aturan… gak mau ditilang eh malah nekat bawa mobil gak punya sim,naik motor gak pake helm.apalagi ngomentarin bea cukai.yg pungli satpam bandara apa hubungannya dgn bea cukai???!!! sok tau lu….
Tapi percayalah dari sekian juta rakyat Indonesia pasti ada yang baik, jujur, tidak pernah pungli, tidak pernah korupsi, amanah dan kebaikan-kebaikan lain, dan seandainya orang semacam ini diberi jabatan pun tidak akan menyalah gunakan jabatan atau pekerjaan tersebut.
Saya punya kenalan yang jadi ketua penilai satu even nasional yang setiap tahun diselenggarakan, dimana dia berada selalu diburu oleh para kepala daerah yang menginginkan agar daerahnya memperoleh Adipura, dengan memberi amplop, namun selalu ditolak.
Dan beliau ini meski pejabat, rumah masih rumah dinas, mobil dinas, mobil pribadinya hanya Suzuki Esteem tahun 95, rumah pribadinya dikampung Pasaminggu masuk gang yang gak cukup untuk lewat mobil.
Dan satu lagi kenalan saya, jadi PNS hanya tahan 5 tahun meski jabatannya Pinpro saat itu, dan kemudian keluar karena merasa tidak tahan terhadap lingkungan yang kotor, sekarang hanya menjadi konsultan management disebuah Perusahaan Swasta
Dan masih banyak lagi orang-orang seperti itu yang saya kenal.
memang nggak semua pns atau pejabat negara buruk pak, cuma ya itu pada umumnya kan kita bisa lihat karena sudah jadi rahasia umum
Kenapa ga dituntut aja? Biar jadi pelajaran tuh orang-orang yang menyebalkan itu? Mereka pasti punya banyak kesalahan.
ya, sepertinya soal tuntut menuntut itu seperti a long road to nowhere
Bung Anggara, apa yang anda harapkan dengan mempublikasikan statement anda disini? Anda seperti berteriak di tengah pasar senggol yang becek habis terguyur hujan,” Coopeet.. coopeet…!!” Padahal, bisa jadi andalah copetnya. Saya juga bukanlah orang yang suci, begitu juga dia, mereka. Masih banyak masalah bangsa ini yang lebih besar yang perlu aksi nyata rakyatnya termasuk anda, bangsa ini butuh aksi nyata bukan teriakan-teriakan bernuansa provokasi. Para birokrat bangsa ini, saya yakin, punya alasan dan pemikiran yang kuat demi terpenuhinya perut masyarakat. Sabarlah… dan terimalah serta nikmati aja apa yang ada. Salah sendiri kenapa dulu anda tidak memanfaatkan dengan baik waktu sekolahanda. Coba anda dulu tekun belajar pasti anda pintar dan sekarang duduk di posisi birokrat atau di posisi yang saat ini sedang anda hujat. Semua sudah ada yang mengatur Bos, mainkan saja peran yang diberikan pada anda saat ini dengan baik. MERDEKA !
Pak Adit, terima kasih atas tanggapannya, namun saya berusaha keras untuk ikut serta memberantas korupsi. Hal ini tentunya harus dimulai dengan transparansi informasi. Sehingga masyarakat paham, apasaja yang harus dilalui. Terkadang informasi ini begitu sulit didapat. Saya juga bukan orang suci pak, karena kalau saya orang suci pasti saya sudah jadi Nabi he…he…he…
Bung Anggara, makanya kalo mau melakukan sesuatu itu harus mengetahui tata cara dan prosedur yang berlaku. sama halnya dengan yang berlaku di kediaman anda, bahwasanya semua orang harus patuh dan tunduk kepada peraturan yang ada di rumah anda.
coba anda lihat judul artikel anda yang sedikit bernada kurang enak, tidak semua staff bea cukai seperti itu.
akan tetapi jika dilihat dari judul dan statement anda berarti anda melakukan generalisasi terhadap seluruh jajaran pt.garuda dan bea dan cukai.
“Ternyata Gudang Kargo Import Garuda dan juga Kantor Bea Cukai yang terletak di sebelahnya nggak lebih dan nggak kurang hanya berfungsi sebagai sarang penyamun”
dan jika mereka tahu akan hal ini, tentunya mereka akan tidak terima.
saya yakin anda adalah orang yg terpelajar, jadi tolong kalau ingin mengeluarkan statement harus difikir masak2 dan disertai dengan bukti otentik yang bisa dipertanggung jawabkan.
mungkin demokrasi membuat semua orang bebas menyatakan statement bermacam2, akan tetapi tentunya yang bertanggung jawab.
trims
saya nggak menulis bahwa pegawai Bea Sukai dan PT Garuda buruk, saya hanya menulis bahwa dengan membiarkan orang-orang nggak jelas berkeliaran di halaman kantor mereka, ini sama saja membiarkan calo bergentayangan.
Dan mohon jangan cuplik pernyataan saya sepotong-sepotong, karena pernyataan tersebut sangat berkaitan dengan pernyataan yang lainnya pak
Kita tdk perlu menutup mata deh, memang begitu kenyataannya, banyak korupsi dan pungli dimana-mana, termasuk di Bea-Cukai. Memang tdk semua org Bea-Cukai melakukan pungli tetapi jumlah org² yg bersih itu mungkin tertutup oleh jumlah org² yg melakukan pungli. Mungkin Anda² yg berkomentar panas belum pernah merasakan dipungli oleh mereka.
Bagaimana negara kita mau maju, jika pungli spt ini di”ikhlaskan” terus dgn mengatakan ” sabar saja ” atau “ikuti aturan yg berlaku”.
Jika para birokrat dan petugas negara mau menjalankan tugas dgn sebaiknya dan menurut peraturan yg ada, saya rasa rakyatpun akan menerima dan akan membayar biaya itu dgn senang hati, tapi ingat hrs seseui dgn aturan!!! Jika ada rakyat yg tdk tahu ttg hukum dan aturannya, adalah tugas mereka utk memberikan penjelasan kpd rakyat. Jika mereka tdk bisa atau tdk mau, sebaiknya mereka mengundurkan diri utk menjadi abdi negara. Bukankah begitu seharusnya saudara ?
kebetulan saya petugas bea cukai, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandar Lampung..
opsi penggunaan agen (atau mungkin teman2 lebih sering bilang calo) sebenarnya 100% ada di tangan kita. seperti pembuatan SIM, kalo mau cepet dan ga repot (ini adalah alasan anda) ya pake jasa calo. di bea cukai sendiri keberadaan agen yang sah benar adanya.. atau yang biasa di sebut PPJK (pengusaha jasa kepabeanan)..
sebenarnya anda bisa saja langsung bertanya kepada pegawai yang berseragam bea cukai mengenai prosedur yang harus anda jalani, saya yakin pasti kami akan bersedia membantu.. kalau memang anda nilai petugas tidak responsif dan tidak bersahabat adukan saja ke tempat yang sesuai, pasti tindakan akan segera di lakukan atas pegawai tersebut.. dan dengan begitu anda sudah membantu memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai..
mengutip masalah pungli.. lagi2 kalau memang anda berkeras melawan segala bentuk catutan, korupsi atau apapun, kenapa anda masih memberikan uang 5000 rupiah begitu saja?? kenapa anda tidak mempertanyakan?? kenapa anda tidak menelusuri lebih jauh??
just like the previous comment has said, saya sebagai pegawai bea cukai merasa tidak enak membaca judul dari artikel blog anda, dengan segala hormat bisa diadakan penyesuaian?? Misalkan pengalaman buruk di Cargo SH?? i dunno, u know it better lah.. seyogyanya jgn terlalu berkesan menyudutkan, berilah kritik yang membangun, karena itu yang di butuhkan.. for better indonesia!!
@ Teddy
Pak Teddy, prosedur impor memang sudah saya tanyakan, namun informasi yang diperoleh sepotong-sepotong, begitu juga ketika saya cek di websitenya bea cukai, informasi yang diperoleh sepotong-sepotong dan tidak tuntas. Mengenai judul saya pikir itu adalah hal yang saya rasakan pak, karena informasi yang diperoleh sungguh tidak jelas.
Saya memberikan uang 5 ribu rupiah sebagai tiket masuk yang diperoleh di Satpam dimana prosedur resminya adalah mengajukan permohonan. Artinya seharusnya tidak semua orang bisa masuk dengan mudah tapi ini bisa masuk dengan mudah karena selembar uang 5 ribuan. Tulisan di blog ini adalah salah satu upaya saya untuk memberantas korupsi.
Well, kalau anda ndak sepakat ya nggak masalah, karena sebagai seorang demokrat kita bisa sepakat untuk tidak sepakat
hehehe…. lucu ya judulnya….. SATPAM dikira BEA CUKAI? huehehehehe
aku malah pernah kasus sama orang bea cukai.. orangnya malah ngebantu lho?
baek banget… (di cengkareng juga).
masalah pungli itumah jangan dikasih harusnya… huehehehe
wahh sangat jauh api dari panggangan kalau memang tujuan dari judul (maupun tulisan nya) untuk memberantas korupsi, sebenarnya untuk mendiskusikan hal ini bisa saja di perpanjang tapi sudahlah kita berada di mindset yang berbeda, but however i do appreciate ur concern and i really thk u. i do hope in the future the whining will come along with the constructive criticism.
@Teddy
Loh memang tulisan bisa memberantas korupsi, yak nggak mungkin pak, aneh kalau hanya dengan menulis korupsi bisa diberantas. Maka dari itu saya mendukung penuh RUU Kebebasan Memperoleh Informasi. Sehingga tidak ada lagi orang yang bisa memanfaatkan akses informasi. Kalau anda tersinggung ya maaf…
saya juga pernah mengalami masalah serupa, tapi untuk selanjutnya saya beruntung karena langsung dapat bertemu dengan pihak yang tepat dan saya merasa sangat dibantu, karena solusi yang ditawarkan benar-benar masuk akal meski saya harus melalui beberapa prosedur standar. kemudian di akhir cerita saya memberi tips sekedar untuk beli rokok dan saya beranggapan itu wajar karena saya merasa dibantu oleh bapak bea cukai itu sehingga saya ingin berterima kasih.
Sejak itu saya jadi mengerti tata cara dan prosedur yang benar dan tidak terjerumus ke “sarang penyamun” seperti pak Anggara.
Saya hanya bisa memberi saran bahwa hendaknya kita mengerti benar prosedur dan tata cara yang benar, apabila kita tidak mengetahuinya, tanyakanlah kepada PIHAK YANG BENAR pula. kalau kita sudah tidak bisa membedakan pihak yang benar dengan pihak yang tidak benar, maka kita benar-benar seperti seorang yang dungu, apalagi lantas kita menuding orang lain, itu bisa membuat kita semakin DUNGU.
Mas Anggara.
Saya tahu betul tentang SH, bila anda mau berfikir dengan tenang tentang suatu birokrasi, maka anda tidak akan merasa susah berada di suatu kantor pemerintahan. ingat Mas Anggara, tiap kantor ada bagian umum yang akan menjelaskan sisdur suatu pengurusan dokumen, tetapi anda cepat putus asa dan pasrah pada calo-calo yang gentayangan sehingga anda katakan disana sebagai sarang penyamun. Apakah hanya di kantor tersebut saja yang ada calonya?
Dalam membuat satu statement, kita juga harus melihat ke dalam diri kita, apakah kita telah mencari tahu dengan jelas tentang sisdur pengurusan barang, kalau belum tahu, maka itu wajar karena anda bukan importir, dan anda tidak perlu takut untuk masuk ke dalam kantor tersebut dan menemui pimpinan bila perlu penjelasan, saya rasa wajib seorang pimpinan menjelaskan sisdur nya agar masyarakat tahu dan jelas tata caranya.
Mas Anggara saya juga tidak tahu apakah anda seorang yang suci dan tidak pernah berbuat salah…. tetapi, harapan saya mari perbaiki bangsa ini dengan dimulai dari dalam diri kita sendiri, berjalan sesuai aturan, tidak menyakiti orang lain, mampu menahan diri dari segala bentuk ajakan sesat dan masih banyak lainnya yang dimulai dari dalam diri kita…. semoga……….
@rachmatna
sebelum saya pergi ke bea cukai, saya sudha berkunjung ke situsnya. Namun demikian proses pengambilan barang tetap dilakukan di soekarno-hatta. saat itu, saya tidak cepat pasrah, cerita diatas memang sangat disederhanakan. Perjuangan saya hanya untuk menemukan kantor bea cukai yang tepat saja memerlukan waktu 3 jam di bandara soekarno-hatta. Karena anda sudah pengalaman, mungkin tidak menjadi soal. Satu hal pesan saya, bandara tersebut sungguh tidak ramah bagi pemula, dalam hal informasi, karena sulit mendapatkan penjelasan yang tepat bahkan hanya untuk menuju kantor BC-nya.
Satu hal, yang saya kagumi dengan negara-negara eropa, karena begitu mudahnya kita mendapatkan informasi meski saya baru pertama kali berkunjung dan itu bisa saya dapatkan tanpa harus bertanya terlampau detail
Hi semua!
saya jg sekarang lagi bermasalah nih sama bea cukai Indonesia.
Saya warga negara Indonesia menikah dengan seorang Italy dan berdomisili di Ireland.
Saat ini kami tengah mengirimkan paket berisi susu formula bayi untuk keperluan bayi kami yang nanti akan berlibur di Indonesia selama 6 bulan, dimana susu formula tersebut tidak di jual di Indoneisa.
Setelah hampir 2 minggu akhirnya kami mendapati kabar dari agen pengiriman disini katanya pihak bea dan cukai Indonesia meminta saya untuk membuat surat pernyataan untuk menjelaskan ttg paket tersebut, isi paket value nya dan kepentingan nya.
Adakah dari kawan2 yang bisa membantu membuat draft surat tersebut?
thanks
@Fefy Borza
maaf saya tidak membantu anda silahkan berkunjung ke http://www.beacukai.go.id siapa tahu menemukan yang anda cari
susu termasuk produk yang dtetap oleh bPOM wajib ijin untuk kemudahan, anda sebaiknhya menpunyai rekomendasi impor dari insttansi yang mengawasinya ( itu lebih yosss) , ada di jl percetakan negara depan penjara
Menelaah permasalahan yang anda hadapi, secara pribadi saya berpendapat bahwa ketidak mengertian anda tentang aturan dan tatacara kepabeanan yang membuat anda merasa bingung dan kesal. setahu saya di BC tidak ada petugas SATPAM seperti yang anda katakan, seandainyapun ada dan mereka meminta uang maka anda sebagai orang terplajar tentulah menanyakan peruntukan uang tsb dan bila perlu anda catat tuh nama Satpam dan laporkan kepada petugas BC, saya yakin kalau mereka itu memang betul meminta uang dan Satpam tsb oknum BC maka akan mendpt sanksi yang berat.
@wahyu
terima kasih atas komentar anda
saya sering mendengar orang2 yg mengeluh tentang kondisi indonesia dg membanding2kan dengan negara lain…sekarang coba kalo mau bandingin dengan rakyat afgan, afrika,irak, palestine, pasti anda akan bersyukur menjadi orang indonesia…..
@marmutitam
saya mau Indonesia yang lebih baik bukan sekedar baik daripada negara-negara yang sedang berperang itu
Kalo dilihat anda 2 jam baru menemukan kantor yg anda cari padahal hanya ada di lokasi tersebut kayaknya anda tdk bisa menyalahkan orang lain.
Sebenarnya masalah itu kayaknya dari anda sendiri, yah mungkin anda tidak tahu bahwa anda ternyata tidak tahu. Jadi tidak akan ketemu kalo membahas hal-hal yg lebih jauh walaupun hal itu tidak sulit
@dirman
terima kasih atas komentar anda
anda kalo emang orang berpendidikan mestinya anda harus tahu kemana anda harus bertanya..bos ! jadi kesan yang anda dapat adalah kesan yang benara dari siapa dan kesan apa yang anda dapat, jadi tidak salah sasaran untuk berkomentar dan mencari sensasi, sekali lagi saya harap anda lebih belajar banyak lagi tentang dunia luar, jadi tidak sempit pemikiran anda.. saya prihatain atas anda
kasihan sekali anda, mencari kantor instansi aja kagak bisa, mau ditipu satpam lagi, makanya nanya sama orang yang ngerti, nanti dikira kita yang bodo kalau salah nanya.. aku kasih tahu ya, aku sering berurusan dengan bea cukai tapi tidak pernah ada masalah karena aku tahu prosedur, jadi jangan salahkan orang lain atas ketidak tahuan saudara.. dan jangan ngomong soal yang muluk2 dan cari sensasi, BELAJAR YA BOSS!
@iwan dan rudi (anda dari kantor yang sama yaa)
terima kasih atas pendapat anda
siang bos, kesasar ya.. kacian.. !itu pak Satpam Om, bukan penyamun..
@wahyu
terima kasih atas pendapatnya
Bpk Anggara adalah cermin diri kita. Cermin dari sifat masyarakat yang hidup di negara2 belum berkembang. Cemburu, naif, emosional, merasa diri paling pintar/benar dan selalu menyalahkan orang lain atas kecurangan dan ketidak mampuannya. Lihatlah kapabilitasnya ( kapabilitas kita ) yang “mengaku pintar”, tetapi mencari lokasi suatu instansi (di negara sendiri) perlu waktu 3 jam, yang tidak perlu terjadi seandainya kita mampu berbahasa Indonesia dan mau bertanya. Mengaku pendukung pemberantasan korupsi tetapi malah menyuap satpam untuk memasuki wilayah yang perlu permohonan dan ijin terlebih dahulu.. Bahkan…. bekerja sama dengan calo untuk meloloskan kepentingannya. Mari kita jujur terhadap diri sendiri.. Masih disini “kelas” kita. Kelas yang “hampir” dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Maukah kita berubah? Jawabannya tentunya… Dari diri kita sendiri.
eh… klo mau ngomentar itu dipikir2 dlu..
sepertinya saudara orang terpelajar.. jdi klo kritik harus punya bukti..
Anda hanya mengatakan beacukai pungli 5000, tpi kenapa anggota DPRD, atau Aparat Pemerintahan daerah yang korupsi milyar tpi gak di publikasikan.. Jdi orang jangan sok bersih suci?????????
Oke Boss…………………
@dody
terima kasih atas kritiknya
@irul
terima kasih untuk kritiknya
bea cukai sarang penyamun…??? itu betul boss..
bohong kalo ada yang bilang tidak semua pegawai bea cukai seperti itu.
saya akan potong telinga kiri dan kanan, kalo ada yang bisa menunjukkan orang bea cukai yang gak pernah menikmati uang haram/fasilitas haram yang disebabkan oleh pekerjaan/jabatannya.
sayang sekali hidup yang cuma sebentar ini gak dimanfaatkan untuk berbuat kebajikan.
@si_al
no comment deh
Anda mengatakan hal yang terlalu di buat2!
1 hal yang seharusnya anda pikir, dan anda publikasikan adalah Barang apa saja yang anada bawa.
2. berapa nilai barang yang anda bawa.
3 apa anda mau membayar pajak senilai yang seharusnya anda bayar.
jangan salahkan Oknum, tapi salahkan diri anda yang berjiw B E N C O N G! karena tidak berani mengatakan TIDAK UNTUK PUNGUTAN YANG TIDAK ADA DASAR HUKKUMNYA.
saya juga yakin anda tidak berniat membayar pajak sesuai nilai barang tersebut.Bullshit !
satu hal lagi, yang menerima uang Rp.5000,- serta menjadi agen exim bukan orang bea cukai, seharusnya anda pasang judul SATPAM TERIMA SUAP, ATAU SAYA BERJIWA BENCONG!
itu lebih tepat!
@brother joe
terima kasih atas pendapatnya